kebijakan perpustakaan sekolah
Kebijakan
Perpustakaan
sekolah hendaknyadikelola dalamkerangka kerja kebijakan yang tersusun
secara jelas. Kebijakan perpustakaan sekolah disusun
denganmempertimbangkanberbagai kebijakan dan kebutuhan sekolah yang
menyeluruh, serta mencerminkan etos, tujuan dan sasaran maupun
kenyataansekolah.
Kebijakan
tersebutmenentukan kapan, di mana, untuk siapa dan oleh siapa potensi
maksimal akan dilaksanakan. Kebijakan perpustakaan akan dapat
dilaksanakan bila komunitas sekolahmendukung dan memberikan
sumbanganpada maksud dan tujuan yang ditetapkan di dalam kebijakan.
Karena itu, kebijakan tersebut harus tertulis dengan sebanyak mungkin
keterlibatan yang berjalan secara dinamis, melalui banyakkonsultasiyang
dapat diterangkan,serta hendaknyadisebarkan seluas mungkin melalui media
cetak.
Dengan
demikian, filosofi, ide, konsep dan maksud untuk pelaksanaan dan
pengembangannya akan makin jelas serta dimengerti dan diterima, sehingga
hal itu dapat segera dikerjakan secara efektif dan penuh semangat.
Kebijakan tersebut harus komprehensif serta dapat dilaksanakan.Kebijakan
perpustakaan sekolah tidak boleh ditulis oleh pustakawan sekolah
sendirian, tetapi harus melibatkan para guru dan manajemen senior.
Konsep kebijakan harus dikonsultasikan secara luas di sekolah
danmendapat dukungan melalui diskusi terbuka yang mendalam. Dokumen dan
rencana kerja berikutnya akanmenjelaskan peranan perpustakaan
dalamhubungannya dengan
berbagai aspek berikut:
•kurikulum sekolah
•metode pembelajaran di sekolah
•memenuhi standar dan kriteria nasional dan lokal
•kebutuhan pengembangan pribadidan pembelajaranmurid dan
•kebutuhan tenaga pendidikan bagi staf
•meningkatkanaraskeberhasilan.
Komponen
yang memberikan sumbangan ikut ambil bagian dalam perpustakaan sekolah
yang dikelola dengan baik dan efektifsecara maksimal adalahsebagai
berikut:
•anggaran dan pendanaan
•tempat/lokasi
•sumberdaya
•organisasi
•ketenagaan
•penggunaan perpustakaan
•promosi.
Semua komponen tersebut di atas adalah penting di dalam kerangka kerja kebijakan dan
rencana
kegiatanyang realistis. Aspek tersebut akan dibahas di dalam dokumen
ini. Rencana kegiatan harus mencakup strategi, tugas, sasaran,
pemantauan dan evaluasi secara rutin. Kebijakan dan rencana merupakan
dokumen aktif yang harus selalu ditinjau ulang.


0 komentar — Skip to Comment
Posting Komentar — or Back to Content